Showing posts with label Just Info. Show all posts
Showing posts with label Just Info. Show all posts

Sunday, 12 June 2011

Computex 2011 Booth Raid: Serba Game di Thermaltake

Booth Thermaltake, Nangang Exhibition Center, lt.4, sisi depan,

Booth Thermaltake sisi samping

Gaming device mendapatkan highlight dan section khusus di booth Thermaltake

Shock Spin HD: headphone gaming 7.1 surround terbaru milik Thermaltake. Driver 50 mm, microphone dapat dilepas jika sedang tidak digunakan.


Meka Keyboard

Meka Keyboard adalah mechanical keyboard versi lebih kecil dari meka-G1 milik Thermaltake. Menurut sumber dari Thermaltake, keyboard dengan bentuk kecil ini lebih cocok digunakan pemain game RTS. Dengan keyboard kecil ini, jari-jari tangan tidak perlu merenggang terlalu jauh untuk menjangkau tombol.
Meka Keyboard dibuat dengan Cherry Black Switch yang terkenal memiliki feedback yang bagus. Meka Keyboard diluncurkan di CeBit tahun lalu. Spesifikasinya: 1000Hz polling rate, full speed USB, dan anti ghosting design.

Meka Keyboard

Meka G-Unit

Meka G-Unit adalah keyboard gaming terbaru dari Thermaltake yang dilengkapi 60 tombol macro. Thermaltake menyediakan 12 tombol macro, namun dapat di-assign ke 5 group. Seperti halnya Meka Keyboard, Meka G-Unite menggunakan Cherry Black Switch. Feature lain yang menarik adalah LED-illuminated. Dengan adanya feature ini, tombol-tombol yang dipakai di satu jenis game tertentu akan diterangi LED di belakangnya. Misalnya di game FPS, tombol WSAD akan menyala. Meka G-Unite baru diluncurkan di Computex 2011 tahun ini.

Meka-G Unit

Gaming Bag

Selain gaming device, kami menemukan produk unik lagi yang ditawarkan oleh Thermaltake, Gaming Bag. Produk tas ini ditujukan untuk pemain game yang mobile, sering berganti-ganti tempat bermain game sambil membawa peralatan gamingnya. Tas ini memiliki banyak kompartemen, baik internal maupun eksternal. Di dalamnya, pengguna dapat membawa bermacam alat gaming termasuk headphone, keyboard, mouse. Namum, tas ini tidak dapat diisi oleh casing
Tas ini pun dapat berubah menjadi koper dengan membuka rolled flap yang digulung di bagian atas. Buka, kemudian tutup shoulder straps, dan tas ini pun berubah menjadi koper yang dapat dibawa menggunakan handle yang disediakan.
Thermaltake belum memberikan harga yang pasti untuk tas ini, namun menurut mereka, harga tas ini relatif murah dan terjangkau untuk para gamer.

Gaming Bag bagian depan

Gaming Bag bagian belakang

Gaming Bag saat dipakai

Dapat diubah menjadi koper


Sumber:jagatreview.com
Read more »

Berkunjung ke Pabrik Motherboard Gigabyte


Pada hari ketiga Computex 2011, tim JagatReview memilih untuk menelusuri NanGang agar kami dapat menyajikan berita mengenai booth yang ada disana kepada Anda. Akan tetapi, atas undangan Gigabyte, saya sendiri harus mengunjungi pabrik Gigabyte yang terletak di Nan-Ping, Taiwan. Saat itu, cuaca sedang cerah dengan angin yang berhembus cukup kencang. Pihak Gigabyte pun meminta saya agar menunggu di lobby depan gedung Taipei 101.
Tepat pada jam 14.00 waktu Taiwan, saya beserta rombongan media lainnya memasuki sebuah bis yang akan mengantarkan kami ke Nan-Ping. Jarak antara Taipei dengan Nan-Ping memang tidak dekat. Perjalanan harus ditempuh dengan waktu sekitar satu jam. Itu pun saat keadaan jalan tidak macet.

Pintu masuk gedung pabrik Gigabyte.

Sesampainya di sana, udara yang dirasakan berbeda dari Taipei. Udara di Nan-Ping ternyata lebih sejuk dibandingkan dengan Taipei. Padahal, bisa dikatakan bahwa udara yang ada di Taipei sama seperti udara yang ada di pedesaan Indonesia. Kami pun bergegas memasuki pabrik Gigabyte.

Miniatur pabrik Gigabyte yang terbuat dari komponen motherboard.
Setelah para media masuk ke ruang lobby Gigabyte, kami langsung melihat adanya miniatur dari pabrik Gigabyte tersebut. Setelah dilihat dengan seksama, ternyata miniatur tersebut terbuat dari beberapa komponen motherboard. Komponen-komponen tersebut seperti heatsink, slot PCI, slot PCI express, slot RAM, CD, dan lain sebagainya. Cukup kreatif, bukan?

Masker? Memangnya siapa yang sakit?

Belum puas melihat miniatur tersebut, tiba-tiba salah seorang karyawan pabrik tersebut membagikan sesuatu. Saat benda tersebut berada ditangan saya, saya langsung menyadari kalau benda tersebut ternyata adalah sebuah masker! Sempat terdengar dari salah satu peserta rombongan berkata, “Buat apa masker ini?”.

Ternyata benda tersebut bukanlah sebuah maskser, melainkan alas sepatu.
Ternyata benda tersebut bukanlah sebuah masker. Benda tersebut adalah sebuah alas kaki agar debu dari luar pabrik tidak masuk ke dalam. Hal ini demi menjaga agar pabrik tersebut terbebas dari debu. Debu tentu dapat mengganggu sebuah proses produksi, misalnya saat produksi motherboard yang sedang berlangsung.

Lift untuk menuju ke ruang pertemuan, 

Daftar lantai pada pabrik Gigabyte.

Setelah menggunakan alas sepatu tersebut, kami langsung dipandu ke lantai delapan yang sebenarnya merupakan tempat untuk diadakannya konferensi dan pelatihan. Kami dibawa ke lantai tersebut karena salah seorang perwakilan dari Gigabyte, Mr. Herbert Fan, akan memperkenalkan secara lisan mengenai pabrik Gigabyte. Menurut Herbert Fan, saat ini Gigabyte telah memiliki empat buah pabrik. Dua di antaranya berada di Taiwan, yaitu Nan-Ping dan Ping-Jen. Dua lainnya terletak di negara China yang terletak di daerah Ning-Bo dan Dong-Guan.

Herbert Fan, perwakilan dari Gigabyte.


Penjelasan mengenai pabrik Gigabyte berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, kami pun di pandu untuk memasuki ruang dapur dari pabrik Gigabyte. Seperti apa proses pembuatan motherboard Gigabyte? Simak saja pada artikel kami berikutnya.

Sumber:jagatreview.com
Read more »

Mengintip Dapur Pembuatan Motherboard Gigabyte

Anda sudah membaca artikel Berkunjung ke Pabrik Motherboard Gigabyte? Sebelum membaca artikel yang satu ini, ada baiknya Anda membaca artikel tersebut terlebih dahulu.

Ruang Air Shower, untuk membersihkan para pengunjung dari debu.      
Setelah mendengar penjelasan singkat dari Herbert Fan, para pengunjung dipersilahkan turun dari lantai delapan ke lantai tujuh melalui tangga. Untuk memasuki ruang pembuatan motherboard tersebut, para pengunjung harus terlebih dahulu melewati sebuah ruang Air Shower. Ruang ini ditujukan untuk membersihkan para pengunjung dari debu yang menempel di sekujur tubuh mereka. Walaupun tidak 100% bersih, akan tetapi tindakan ini sangat dibutuhkan.

Mesin yang berwarna kuning merupakan model lama. Mesin yang di depannya merupakan model yang baru.

Hal pertama yang kami lihat adalah banyaknya mesin yang ada di sana. Gigabyte sendiri sekarang telah membeli beberapa mesin baru untuk meningkatkan produktivitas pembuatan motherboard-nya. Mesin yang terlihat di gambar atas ditujukan untuk melapisi board yang masih kosong, seperti sebuah laminating.

Papan yang masih kosong, hanya berisikan gambar saja.  

Papan yang masih kosong dapat Anda lihat melalui gambar di atas. Beginilah bentuk awal dari setiap motherboard Gigabyte. Tidak ada slot dan port yang terpasang di sana.

Proses pelapisan papan.

Setiap papan yang ada dilapisi oleh sebuah pelapis, sampai board tersebut menjadi mengilap. Hal ini membuat board-board tersebut siap untuk dipasangkan komponen. Komponen pertama yang dipasang adalah socket untuk prosesor dan juga chipset seperti southbridge, sound, LAN, dan lain sebagainya, langsung dari mesin. Untuk pemasangan komponen lainnya, para rombongan dipandu untuk turun ke lantai lima.

Pemasangan manual port dan kapasitor. 

Pemasangan slot PCI Express. 

Pemasangan kapasitor, port di bagian backpanel dan slot ekspansi dilakukan secara manual disini. Ya, benar, tidak ada mesin yang memasangkan komponen-komponen tersebut. Uniknya, sepertinya kami menemukan beberapa orang pekerja yang berasal dari negeri sendiri. Entah benar atau tidak, karena mereka tidak diperkenankan berbicara saat bekerja di pabrik.

Penyolderan seluruh komponen motherboard yang telah dipasang.

Setelah komponen tersebut dipasang di tempatnya, kini giliran motherboard tersebut disolder secara keseluruhan dengan sebuah mesin. Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu kurang dari satu menit. Tentunya setelah disolder secara otomatis, beberapa pengawas masih harus melihat secara teliti, apakah ada titik yang belum tersolder oleh mesin tersebut sehingga harus disolder secara manual.

Setelah semua disolder, giliran heatsink yang dipasang secara manual.

Setelah semuanya beres, kini giliran pemasangan heatsink. Heatsink tersebut dipasang manual oleh beberapa pekerja. Uniknya, para pekerja tersebut dapat memasang seluruh heatsink dengan waktu kurang 30 detik! Hal ini tentu harus dilakukan dengan sangat teliti. Oleh karena itu, setelah pemasangan heatsink, rekan kerja di sebelahnya akan mengecek apakah heatsink sudah terpasang dengan benar atau belum.

Motherboard secara acak dipilih dan diuji dari error.

Setelah semuanya beres, kini tinggal pengujian motherboard tersebut. Sampel yang diambil adalah sampel acak. Motherboard diuji apakah lolos dari segala error atau tidak. Tentunya, hal ini sangat penting mengingat motherboard tersebut akan dilepas ke pasaran.

Persiapan kotak penjualan. 

 Setelah itu, kami dipandu untuk turun ke lantai dua. Di lantai inilah motherboard-mortherboard tersebut di masukkan ke dalam kotak. Hal pertama yang dapat dilihat adalah sebuah mesin yang merakit karton pipih menjadi sebuah kotak paket penjualan.

Motherboard serta bonus perlengkapan dimasukkan ke dalam kotak secara manual.

Setelah semua karton diubah menjadi kotak penjualan, Motherboard serta bonus perlengkapan dimasukkan ke dalam kotak penjualan secara estafet.

Paket penjualan siap untuk dipakai.

Setelah semuanya selesai, setiap paket penjualan ditumpuk untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam sebuah kotak besar.

Paket penjualan dimasukkan ke dalam dus besar.
Dus diikat secara otomatis.
Setelah paket penjualan dimasukkan ke dalam dus besar, secara otomatis dus tersebut diikat sehingga tidak mudah terbuka.

Motherboard siap dikirim ke distributor.

Setelah diikat, seluruh motherboard tersebut siap dikirim ke distributor-distributor di seluruh dunia. Selesailah Gigabyte Factory Tour pada Computex 2011 tersebut. Bagaimana motherboard tersebut sampai ke tangan Anda dari distributor, tentu bukanlah bagian dari artikel ini.

sumber:Jagatreview.com

Read more »

Banjir Tablet di JCC


Jakarta Convention Center (JCC) seperti dibanjiri Tablet PC di ajang Indonesia Celluler Show 2011yang berlangsung hingga Minggu (12/6/2011) besok. Beragam vendor, mulai yang merek global hingga lokal menawarkan ragam tablet dengan kelebihannya.Untuk yang merek global, pastinya sudah ada iPad dan Samsung Galaxy Tab. Di stand iBox, iPad 32GB yang dijual Rp 5 juta bahkan sudah sold out. Sementara, Samsung Galaxy Tab tampak masih menghiasi beberapa stand.
Di ajang ini pula, Acer memamerkan tablet terbarunya, Iconia Tab A 500. Tablet ini dijejer di depan stand dan pengunjung pun dipersilakan mencoba kehebatannya. Cukup banyak yang tampak antusias mencoba. Desain Iconia Tab A500 tampak lux dengan bagian belakang berwarna kelabu. Dengan ukuran 10,1 inchi, tablet ini memiliki OS Android 3 Honeycomb, kamera 5MP dengan flash, dan kemampuan video recording.
Kelebihan yang banyak dilirik ialah kemampuannya terhubung USB. Tablet ini dibanderol dengan harga Rp 4,29 juta untuk 16 GB dan Rp 5,09 juta untuk 32 GB. Tambahan 3G Router dan 3 bulan paket data unlimited XL hanya 300 ribu selama pameran.
Di jajaran tablet harga miring, ada Nexian, Tabulet, Ivio, serta Huawei. Tabulet bahkan berani menjual Tabulet Mac seharga Rp 1,2 jutaan meski konsumen harus inden dan DP sebab stok di stand sering habis.
Sementara itu, Tabulet juga membawa tablet terbarunya, Troy, yang baru saja diluncurkan minggu ini. Tablet ini memiliki prosesor ARM Cortex-A9 CPU dan selama pameran dibanderol dengan harga Rp 2,3 jutaan.
Ada lagi brand asal Taiwan, Ivio, yang membawa tabletnya, Twilight 7, diklaim sebagai tablet hybrid EVHO/HSPA pertama di dunia. Tablet dengan kamera 3MP dan kapasitas hingga 32GB ini dijual seharga Rp 2,9 jutaan.
Ada juga Nexian Genius yang juga berplatform Android dan dijual seharga Rp 2,4 jutaan serta Huawei Ideos S7 Slim yang nantinya direncanakan dijual seharga Rp 3,3 jutaan.
Bagi yang berminat belanja tablet, ada baiknya berkunjung, mengambil brosur serta melihat spesifikasinya lebih detail. Jika bisa, mencoba tablet yang akan dibeli lebih baik sehingga tahu betul kehandalannya.
Read more »

Thursday, 9 June 2011

Defender Collection, Solusi Aman Penyimpanan Data


Salah satu kekhawatiran utama dalam penyimpanan data adalah keamanan. Hal ini pula yang menjadi perhatian Imation Corporation yang Rabu (8/6/2011) meluncurkan Defender Collection, jajaran perangkat digital penyimpanan data yang bisa menjawab masalah keamanan tersebut.Ada 7 produk Defender Collection yang diluncurkan di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta hari ini, meliputi 4 flash drive, 2 memori eksternal, dan 1 CD. Lain dengan produk biasanya, produk penyimpanan data Defender Collection dirancang untuk memiliki password hardware dan sistem perlindungan lain yang beragam sesuai tipe produknya.
Defender F200 Biometric Flashdrive salah satunya, memiliki biometric identification sekaligus sistem password. Pengguna bisa mengeset password kuat didukung dengan sidik jari sehingga memberi perlindungan ekstra, misalnya harus membuka 2 kunci untuk akses data.
Untuk flashdrive, ada pula Defender F50 Pivot Flash Drive, Defennder 100 Flash Drive dan Defender F150 Flash Drive. Semua anti air, menawarkan autentifikasi password yang kuat, namun belum dilengkapi fingerprint. Meski demikian, semua flash drive itu, termasuk Defender F 200 Biometric Flash Drive, bergaransi 5 tahun.
Sementara, produk harddisk eksternal meliputi Defender H100 External HDD dan Defender H200 Biometric External HDD. Keduanya bergaransi 5 tahun, namun hanya Defender H200 Biometric External HDD yang dilengkapi dengan fingerprint. Produk CD adalah Defender Printable Optical Media yang tersedia dalam CD-R, DVD-R dan BD-R.
Febrian P Budiputra, Corporate Account Manager Imation Indonesia, Febrian P Budiputra menuturkan, produk-produk itu utamanya ditujuan untuk korporat, tapi tak menutup kemungkinkan konsumen untuk memakainya. Bagi korporat, manajemen penggunaan perangkat ini bisa diatur dengan software yang bisa dibeli terpisah.
"Ada software-nya disebut Defender Collection Control Software untuk mengatur. Penggunannya nanti akan diatur oleh administrator di korporat," urai Febrian. Ia menambahkan, administrator juga bisa menentukan waktu kadaluarsa password. "Misal kita bisa berikan akses selama 2 hari. Kita tentukan expiration password-nya. Setelah 2 hari, device enggak bisa diakses lagi," kata Febrian.
Febrian mengatakan, perangkat penyimpanan data ini bisa dipakai di seluruh PC dengan sistem operasi apa saja. Menurutnya, banyak perusahaan di Indonesia yang tertarik dengan perangkat ini, bahkan sudah ada yang menggunakannya. Untuk Defender F200 Biometric Flash Drive, harganya berkisar 25-150 dollar AS sesuai kapasitas. Sementara, untuk harddisk eksternal H200 Biometric External HDD, harganya sekitar 330 dollar AS.

Sumber:kompas.com
Read more »

Friday, 3 June 2011

NetApp Siapkan Konsultan Cloud

Cloud NetApp semakin serius di cloud. Bukan hanya bersiap dari sisi teknologi, vendor storage ini juga datang dengan konsultan khusus cloud.
Dengan pertumbuhan bisnis sebesar 150% di segmen cloud, tak heran jika NetApp berniat serius mendukung perkembangan infrastruktur cloud di negeri ini. NetApp, sebut Steven Law (Country Manager for Indonesia & the Philippines), saat ini menyokong sistem storage dalam dua proyek besar cloud di Indonesia. Namun Steven tidak memaparkan lebih lanjut mengenai kedua proyek tersebut.
Selain terus melakukan penetrasi pasar dengan menyediakan produk-produk yang cloud-ready, NetApp pun menyiapkan layanan konsultasi cloud dan virtualisasi. Banyak perusahaan yang ingin mengimplementasikan cloud tetapi bingung dalam perencanaannya. “Kami ingin membantu pengguna membuat roadmap cloud yang terbaik untuk mereka,” kata Steven.
Untuk mendorong lebih kuat inisiatif cloud ke mainstream, NetApp juga menjalin kerjasama dengan Cisco dan VMware. Ketiganya menawarkan solusi cloud mulai dari harga US$ 150 ribu. NetApp sendiri sudah sejak jauh-jauh hari membesut konsep infrastruktur yang efisien dan fleksibel.
Bagaimana dengan biaya jasa konsultasinya? “Mulai US$ 25 ribu,” jawab Steven seraya menambahkan bahwa tenaga konsultan cloud saat ini masih harus didatangkan dari luar Indonesia.
Namun untuk solusi storage, NetApp kini sudah menyediakan tenaga ahli berbasis lokal. Ketersediaan SDM berbasis lokal juga  menjadi salah satu highlight NetApp di tahun 2012. "Saat ini kami sudah memiliki Enterprise Service Manager dan Field Support Manager," jelas Steven Law. 

Sumber:infokomputer.com
Read more »

ASUS Tanamkan Sensor Gerak untuk PC

Bertepatan dengan CeBIT 2011 yang berlangsung di Hannover, Jerman, sebuah pendekatan untuk dunia hiburan dihadirkan ASUS.
Adalah WAVI Xtion (baca: way-vee action), debutan anyar yang disebut-sebut ASUS mampu menampilkan media high definition secara nirkabel dari PC yang berada dalam satu ruangan ke TV di ruang lainnya.
WAVI Xtion terdiri dari dua komponen, yaitu perangkat media streaming nirkabel WAVI dan sensor gerak Xtion.
Sebagai sensor gerak, WAVI Xtion memadukan teknologi dari PrimeSense dengan antarmuka pengguna eksklusif ASUS Xtion Portal. Sementara itu, untuk koneksi PC dan TV, ASUS menggunakan HDMI nirkabel (teknologi WHDMI) yang memberikan transfer data yang lancar guna menampilkan konten high definition seperti film, game, dan foto pada frekuensi 5 GHz dengan jangkauan mencapai 25 meter.
Kolaborasi dengan ASUS dalam menghadirkan solusi sensor 3D untuk WAVI Xtion membuktikan pada industri bahwa teknologi interaksi yang natural sangat ideal untuk digunakan di ruang keluarga. Selain itu kendali intuitif berbasis gesture akan  menjadi masa depan pengoperasian pada seluruh perangkat.
“Kami percaya bahwa solusi PrimeSense seperti antarmuka yang digunakan pada ASUS WAVI Xtion merepresentasikan cara orang berinteraksi dengan perangkat elektronik di masa depan dan membantu mengatasi hambatan penggunaan sehingga masyarakat dapat terhubung dengan dunia elektronik yang ada di sekitar mereka,” kata Inon Beracha (CEO PrimeSense).

Sumber:infokomputer.com
Read more »

Asus Eee Pad Transformer Hadirkan Android 3.0

Menjamurnya produk tablet akhir-akhir ini rupanya mampu memancing Asus untuk ikut menelurkan tablet seperti para kompetitornya.
Dalam konferensi pers di Taipei (CEO Asus), Jerry Shen menyebutkan bahwa peluncuran ini merupakan momen bersejarah bagi Asus. Beberapa tahun sebelumnya, Asus [juga] pernah menggebrak industri komputer melalui netbook andalannya, Eee PC.
“Eee Pad Transformer bukan sebuah tablet biasa. Ini adalah sebuah tonggal sejarah untuk pasar Android. Asus menawarkan feature-feature terbaik dengan harga yang kompetitif,” ujar Jerry Shen yang juga ikut mendemonstrasikan beberapa feature utama dari Eee Pad Transformer.
Eee Pad Transformer juga didaulat mampu memberikan pengalaman terbaik dan sempurna bagi pengguna saat menggunakan komputasi cloud. Rancangan unik full-size QWERTY keyboard docking station menawarkan dua port USB, SD card reader dan penambahan daya tahan baterai hingga 16 jam.
Beberapa feature lainnya juga ditambahkan, seperti IPS Panel yang anti gores, dual kamera, pun mendukung video playback Adobe Flash 10.2. Selain itu, Asus juga tengah mengembangkan user interface yang intuitif bernama Waveshare dengan banyak aplikasi unik seperti MyNet, MyLibrary, dan MyCloud.
Saat ini, Eee Pad Transformer dapat dipesan dengan pre-order di Taiwan sejak tanggal 25 Maret 2011. Menurut rencana, setelah Taiwan, tablet Asus ini akan hadir juga di Inggris dan Amerika Serikat.
Spesifikasi Asus Eee Pad Transformer:
Display 10.1" LED Backlit screen with IPS (1280 x 800) 10 finger multi-touch support, scratch resistant-glass; Operating system Android 3.0 Honeycomb; Platform NVIDIA® Tegra 2; Memory LP DDR2 1 GB; Storage 16GB /32GB, EMMC + Unlimited ASUS WebStorage; Wireless 802.11 b/g/n, Bluetooth 2.1 + EDR; Camera 1.2MP (front), 5MP Auto focus (rear); Interface 2-in-1 Audio Jack (Head Phone / Mic-in); 1x mini HDMI 1.3a port, 1x Micro SD Card Reader; 1x Internal Microphone; 1x Stereo Speaker; Interface on mobile dock 2x USB 2.0(5); 1x SD Card Reader; Sensor G-Sensor, Light Sensor, Gyroscope, E-compass, GPS; 3G Module Optional; Flash support Yes; Multi-tasking Yes; Special App ASUS Launcher, MyLibrary, MyNet, MyCloud, File manager, PC sync; Battery 9.5 hours; 24.4Wh Li-polymer Battery 16 hours with dock; Size/Weight 271*177*12.98mm / 680g (w/ battery)

Sumber:infokomputer.com 
Read more »

Ada Ponsel di Dalam Tablet ASUS Padfone

ASUS tidak henti-hentinya berinovasi. Setelah meluncurkan ASUS Eee Pad Transformer – tablet pertama yang bisa berfungsi ganda layaknya netbook, kali ini mereka mengkreasi tablet yang berpasangan dengan ponsel cerdas.
Dalam sebuah acara di hari pertama Computex 2011 di Taiwan, hari ini (30/5), Jonney Shih (CEO ASUS) memperkenalkan ASUS Padfone.
Seperti terlihat dari namanya, Padfone merupakan gabungan antara Pad (tablet) dan Phone (ponsel cerdas). Pada prototipe yang dipamerkan di Computex, tablet Padfone terlihat memiliki ukuran 10,1 inci dan dilengkapi dengan ponsel berlayar 4,3 inci. Keduanya berjalan di atas platform Android.
Baik tablet maupun ponsel Padfone dapat digunakan secara terpisah sesuai fungsi masing-masing. Namun, keunikan baru terlihat ketika keduanya digabungkan.
Saat ponsel Padfone diselipkan di bagian belakang tablet, aktivitas yang tadinya dilakukan di ponsel bisa secara mulus dilanjutkan di tablet. Misalnya membaca e-mail atau menjelajah internet.
Pada posisi ini, ponsel sekaligus mengisi ulang baterai dengan mengambil daya dari tablet. Kemudian, tablet Padfone juga dapat memanfaatkan koneksi 3G yang dimiliki ponsel.
“Inilah perwujudan kunci sukses ASUS yakni berani tampil beda dan enggan berada dalam status quo,” ujar Jonney dalam rilis persnya.
Pada kesempatan yang sama, ASUS juga mengumumkan tablet Eee Pad MeMO 3D. Tablet yang satu ini berukuran 7 inci, diperkuat Android 3.0 (Honeycomb), memiliki layar multisentuh dan didukung pena stylus untuk mengenali tulisan tangan, serta kapabilitas memutar foto dan video 3D tanpa perlu kacamata khusus.

Sumber:infokomputer.com
Read more »

Acer Paling Banyak Dapat Penghargaan Desain Terbaik


Perusahaan komputer Acer paling banyak memenangkan penghargaan desain terbaik dalam Computex 2011 di Taipei, Taiwan, 31 Mei-4 Juni 2011. Enam produk buatan Acer meraih predikat produk dengan desain dan inovasi terbaik yang dinilai International Forum Design (iF).Acer meraih yang terbaik untuk produk komputer notebook melalui tablet Acer Iconia Tab A501, smartphone Acer Iconia Smart, all-in-one PC Acer Aspire Z5801, notebook Acer Iconia, komputer desktop Acer Revo 100, dan notebook Acer Aspire Ethos 89. Produk-produk ini menjadi magnet penarik pengunjung di stan Acer di Nangang Hall Exhibition Taipei lantai 4.
Selain Acer, dua produk Gajah International (HK) juga masuk kategori pemenang desain dan inovasi terbaik. Produsen ini menang dalam kategori e-book reader melalui OAXIS Reader BK7007 dan video memo untuk ViMO 1501. Di kategori e-book reader juga terdapat pemenang lainnya, yakni WISEreader E920 buatan Hanvon Technology.
Juri dalam pameran ini memilih 42 produk terbaik dari 179 kontestan buatan enam negara. Pemenang terbagi dalam tujuh kategori, masing-masing Wimax and Communication Product, Component and Parts, Computer and Systems, Data Storage Products, Display and Digital Audio/Video Products, Peripherals and Accessories, serta Gaming and Entertaining Products. Daftar semua pemenang dapat diakses di situs web Computex 2011.
Tahun ini juga ada pemilihan Design and Innovation Gold Awards 2011 yang dinilai oleh lima juri dari Jepang, Belanda, dan Taiwan. Berikut ini daftar pemenangnya:
1. Slide (dudukan iPad), kategori periferal dan aksesori, produksi Just Mobile Ltd Taiwan. Bentuknya simpel, fungsional, dan estetik.
2. LMA-55A-Wow MOUNT (dudukan TV panel), kategori komponen, produsen US Brown Bear Incm Taiwan.
3. Caparo (flat panel monitor arm), kategori periferal + aksesori, buatan Vlaar International Taiwan Ltd.
4. ViMO 1801 (video memo), kategori display + digital audio/video products, buatan Gajah International Co Ltd Hongkong.
5. New AVerPen (pena interaktif), kategori periferal + aksesori, produsen AverMedia Information Inc Taiwan.
Penyelenggara juga memilih Best Choice Products yang jatuh kepada Asus Eee Pad Transformer, tablet yang bisa difungsikan menjadi notebook dengan tambahan docking keyboard.

Sumber:kompas.com
Read more »

Wednesday, 1 June 2011

Dari Smartphone hingga Superkomputer

NVidia yang dikenal sebagai perusahaan asal Amerika Serikat yang fokus pada pengembangan unit pemroses grafis dan teknologi chipset untuk PC dan perangkat mobile, akan turut unjuk gigi dalam ajang Computex yang berlangsung di Taipei, Taiwan dari tanggal 31 Mei - 4 Juni 2011.
Dalam rilis di situsnya, Nvidia akan memamerkan teknologi GetForce, Tegra, dan 3DVision. Nvidia juga akan menunjukkan bagaimana teknologinya mampu mendukung perangkat komputasi dari superphone ke superkomputer. Akan dipamerkan pula game dan aplikasi PC terbaru, fotografi dan video 3D.
Berdasarkan laporan PCWorld, Senin (30/5/2011), CEOP Nvidia, Jen Hsun Huang mengatakan pada wartawan bahwa Nvidia akan menditribusikan 10 juta prosesor dual core Tegra 2 hingga akhir bulan Juni 2011. Tegra 2 dikenal dipakai pada produk Samsung Galaxy Tab, Acer Transformer dan LG Optimus.
Huang juga menunjukkan prosesor quad core yang namanya masih merupakan kode, disebut Kal El. Prosesor ini bisa mendukung produk seperti tablet dan smartphone. Tablet dengan Kal El dikatakan akan keluar bulan September sementara smartphone menyusul tahun depan.
Huang mengatakan, Kal-El akan memberikan grafis yang lebih baik bagi gamer maupun non gamer, serta mendukung aplikasi dengan efisiensi lebih tinggi. "Kal El bisa melakukan semua yang Tegra 2 lakukan, tapi dengan daya yang lebih rendah," kata Huang.
Tak dikatakan apakah Kal El nantinya akan berakhir pada produk yang disebut Tegra 3. Tapi yang jelas, menurut Huang, tablet yang didukung Kal El bisa men-support aktivitas gaming dalam jangka waktu 4-6 jam sekali isi ulang.
Selain prosesor, Nvidia juga akan memamerkan kacamata 3D berkabel terbaru dengan harga 99 dollar AS. Kacamata ini dikatakan lebih murah, sederhana dan tanpa baterai. Meski demikian, adanya kabel masih mepersulit gerakan saat memakainya.
Di acara ini, Senior Vice President Nvidia Corporation , Daniel F Vivoli, juga akan menjadi pembicara di Computex Taipei Innovation Forum. Dalam forum yang akan digelar mulai besok Selasa (31/5/2011) itu, Vivoli akan bicara tentang "Personal Computing for a New Generation".

Sumber:kompas
Read more »

Menggandeng Nikita, Uber Target Nomor Lima

Sempat lebih kurang lima bulan tak terdengar kabar, eTouch, brand ponsel asal HongKong, First Mobile Group rupanya sedang bersiasat. Pabrikan ini melihat peluang Indonesia sangat besar, bersama China dan India."Total penjualan ponsel di Indonesia tahun 2010 mencapai 22 juta unit, dengan nilai sebesar Rp 23 triliun," ujar Hendru Susanto, GM Sales dan Marketing eTouch Indonesia.
Ia melihat tahun ini peningkatan penjualan juga akan terjadi. Kemungkinan akan terjadi kenaikan sampai20 persen menjadi 29 juta unit.Maka ia melihat peluang pun terbuka lebar. Bahkan bukan tak mungkin, "Target menjadi lima besarpada akhir 2012 akan tercapai," katanya.
Karena itu, pada Rabu (1 Juni), eTouch pun merilis lima produk. Berkaitan dengan peluncuran produk bervariasi ini pun digaetlah Nikita Willy, artis sinetron yang sempat menyanyi itu menjadi duta produk dan brand. Strategi mengusung artis kondang seperti ini punya peran penting. "Hal ini untuk melakukan pencitraan terhadap produk.Oleh karena itu lewat duta produk terbarukami yakin produk eTouch akan makin dikenal oleh konsumen,"terus Hendru.
Lima produk tersebut antara lain dua produk berlayar sentuh, yaitu seri eTouch I-360 dan I-270. Dua produk ini tetap memakai dual SIM jaringan GSM sebagai opsi. Jaringan internet yang diakui 100 persen sanggup bekerja optimal menambah nilai dari dua seri ini.
Seri lain yang memakai konstruksi candy bar dikenalkan pada seri D555. Kedahsyatan menyuarakan audio musik sangat diandalkan seri ini. Speaker besar dikenakan untuk menopang gacoannya itu. sementara bodinya dibalut material metal.
Masih untuk anak muda yang suka musik, ada pilihan lain. Inilah dia seri D-498 Pro. Hanya saja input teksnya memakai keyboard QWERTY. Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah penyedia fitur televisi analog, seri 700Pro.
eTouch sendiri sejauh ini memiliki basis pasar di berbagai kota di daerah. Kawasan timur seperti Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur cukup kuat. Permintaan dari negeri tetangga Timor Timur pun cukup tinggi. "Bukan tak mungkin kami malah ekspor," kata Hendru.
Sebanyak 25 pusat layanan konsumen sudah tersedia di seluruh Indonesia. Nikita Willy bakal merasuk ke kota Anda bareng eTouch.

sumber:kompas.com
Read more »

Pameran Produk IT Terbesar di Asia Digelar


Pameran komputer terbesar di Asia dan kedua terbesar di dunia setelah CeBIT di Jerman akan digelar mulai Selasa (31/5/2011) di Taipei, Taiwan. Pameran akan digelar di sejumlah lokasi termasuk Taipei World Trade Center dan Taipei International Convention Center selama 5 hari hingga Sabtu (4/6/2011) mendatang.Tahun ini, penyelenggaraan Computex 2011 memasuki tahun ke 31. Sekitar 1.800 peserta pameran dan 52.000 stand akan ada di pameran itu, dengan pengunjung diperkirakan mencapai 36.000. Sejumlah peserta pameran yang ikut serta antara lain, Intel, NVidia, AMD, MSI, Foxconn Technology Group, ASUSTek, dan BenQ Corporation.
Teknologi tablet PC adalah salah satu yang menjadi sorotan dalam Computex 2011 kali ini. Intel berencana memamerkan 10 tablet yang menggunakan chip produksinya. Sementara, produsen tablet PC seperti MSI, Acer, Samsung, Lenovo, Fujitsu dan vendor lainnya juga akan ambil bagian memperkenalkan produknya.
Selama acara, akan digelar sejumlah venue dan diskusi panel, seperti presentasi Boyd A Davis, Vice President, Intel Architecture Group serta forum yang dipimpin vice president Microsoft Corporate Steven Guiggenheimer. Di sela-selanya, peluncuran produk-produk I terbaru juga menunggu.
Ajang Computex kali ini juga akan fokus pada teknologi 3D. Nvidia berencana akan meluncurkan produk terbaru kacamata 3D. Dengan meningkatnya penjualan produk 3D belakangan, beberapa produsen juga akan memperkenalkan produk 3D terbarunya di ajang ini. Asal tahu, 12,9 juta televisi 3D sudah terjual tahun lalu. Nah, tunggu kejutan-kejutan baru di Computex 2011.

Sumber:kompas.com
Read more »

Computex 2011 Booth Raid: Gigabyte Motherboard


Setelah mengadakan interview dengan salah satu personel Gigabyte pada gedung berlantai lebih dari seratus, Taipei 101, kami mengunjungi Booth Gigabyte di gedung Taipei World Trade Center atau TWTC. Jarak antara gedung Taipei 101 dengan TWTC memang tidak jauh. Oleh karena itu, kami pun dengan mudah dan cepat sampai pada tujuan. Booth Gigabyte merupakan salah satu yang terbesar di TWTC. Uniknya, sebagian besar booth tersebut tersita oleh jajaran motherboard-nya. Pada sisi sebelah kanan, akan ditemukan motherboard yang sudah ada pada Taipei 101. Gigabyte menata dengan rapi semua motherboard tersebut pada raknya.



Jajaran rak Motherboard sebelah kanan

 Jajaran rak Motherboard sebelah kiri

Selain motherboard, Gigabyte juga memamerkan sebuah sistem yang sudah dirakit. Gigabyte menggunakan beragam motherboard kelas atas yang mereka miliki.


Sistem komputer dengan menggunakan motherboard GA-Z68XP-UD5 dan prosesor Intel Sandy Bridge.


Sistem ini menggunakan GA-X58A-OC dengan prosesor Intel Core i7 seri 900
 
Sistem dengan motherboard GA-990FXA-UD7 yang berarti memakai prosesor Buldozer. Walaupun bisa juga menggunakan prosesor Deneb atau Thuban

Selain itu, motherboard Gigabyte dengan seri G1 Killer juga memiliki stand khusus pada booth Gigabyte. Stand ini dihias bak sebuah meja kerja militer yang memiliki persenjataan berat.


G1 Killer Booth
 
Selain motherboard untuk desktop, Gigabyte juga memamerkan motherboard untuk Server dan untuk All-in-One PC.


AIO Board
 
Motherboard yang dipamerkan pada booth ini tidak jauh berbeda dengan apa yang telah kami laporkan sebelumnya. Oleh karena itu, Anda dapat membaca laporan khusus kami mengenai Gigabyte dan motherboard apa saja yang dipamerkan pada Computex 2011 melalui link berikut.

Sumber:jagatreview.com


Read more »